Pengusaha Was-was, Minta BI Serius Tangani 'Keperkasaan' Dolar

Pengusaha Was-was, Minta BI Serius Tangani 'Keperkasaan' Dolar

- detikFinance
Jumat, 13 Mar 2015 12:22 WIB
Pengusaha Was-was, Minta BI Serius Tangani Keperkasaan Dolar
Jakarta - Para pengusaha menilai melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga menyentuh kisaran Rp 13.000/US$ sudah dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Bank Indonesia (BI) diminta tidak menganggap enteng dolar AS yang semakin 'perkasa'.

"BI harus ambil sikap, jangan bilang aman-aman saja. Para pengusaha dan ekonom tahu kalau kondisi rupiah sekang itu mengkhawatirkan. Jadi, BI nggak boleh main-main," tegas Ketua Lembaga Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan Ekonomi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Didik J Rachbini, di Menara Kadin, Jakarta, Jumat (13/3/2015).

Didik mengatakan, dolar AS yang mencapai Rp 13.000 memang menguntungkan bagi sebagian pengusaha, seperti yang bergerak di sektor pariwisata. Namun untuk sebagian besar pengusaha, ini adalah 'bencana'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Industri kita sebagian besar masih bergantung bahan baku impor. Dolar Rp 13.000 itu tekanan bagi pengusaha berat sekali. Sementara ekspor kita sebagian besar masih dalam bentuk mentah, seperti kakao, batu bara, sawit, dan semuanya harganya turun," jelasnya.

Akibatnya, neraca perdagangan Indonesia makin defisit. Hal ini membuat ekonomi Indonesia semakin berisiko.

"Kita harus hati-hati, BI jangan anggap remeh," ujarnya.

Mengutip data perdagangan Reuters, dolar AS saat ini diperdagangkan di Rp 12.195. Ini merupakan posisi terkuat dolar AS hari ini, sementara terlemahnya di Rp 13.145.

(rrd/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads