Mengutip data perdagangan Reuters, Senin (16/3/2015), dolar AS diperdagangkan di Rp 13.220. Menguat dibandingkan penutupan perdangan akhir pekan lalu yaitu Rp 13.190.
Reza Priyambada, Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, mengatakan kondisi rupiah sebenarnya tidak jauh berbeda dibandingkan hari-hari sebelumnya. Dolar AS masih 'digdaya' karena tingginya minat pelaku pasar untuk mentransaksikan mata uang Negeri Paman Sam ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, lanjut Reza, belum ada sentimen positif yang menahan pelemahan rupiah. "Harapan akan penurunan yang dapat lebih terbatas kembali sirna. Rupiah berpotensi kembali turun," sebutnya.
Jelang akhir pekan lalu lalu, dolar AS sempat sedikit melemah. Dolar AS sempat berada di kisaran Rp 13.100 meski tidak bisa bertahan lama.
Pekan ini, bank sentral AS The Federal Reserves/The Fed akan melakukan pertemuan untuk menentukan arah kebijakan moneter ke depan. Pelaku pasar pun berharap ada petunjuk yang jelas, utamanya soal kenaikan suku bunga. Situasi ini membuat investor 'bermain aman' dengan terus memborong dolar AS.
"Kami memperkirakan dolar AS masih akan kuat sampai ada hasil rapat The Fed pada Rabu (Kamis waktu Indonesia) pekan ini," tulis riset ANZ seperti dilansir Reuters.
(hds/hds)











































