Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 13.240 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.190 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG turun 10,99 poin (0,2%) ke level 5.415. Investor cenderung menahan diri karena menunggu berbagai data ekonomi yang dirilis pekan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan US$ 740 juta di Februari. Selama 2015, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus US$ 1,49 miliar.
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG naik 12,974 poin (0,24%) ke level 5.439,440 didorong aksi beli investor domestik. Sentimen positif datang dari neraca perdagangan Indonesia yang kembali surplus di Februari.
Investor domestik langsung berburu saham setelah mendapat pengumuman neraca perdagangan yang surplus. Meski demikian, investor asing masih terus melepas saham.
Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (16/3/2015), IHSG ditutup naik tipis 8,805 poin (0,16%) ke level 5.435,271. Sementara Indeks LQ45 ditutup bertambah 3,175 poin (0,34%) ke level 945,520.
Saham-saham unggulan jadi target aksi beli, sementara saham lapis dua dilepas investor asing. Lima sektor bisa menguat, lima lagi melemah.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini terpantau melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 764,023 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 199.520 kali dengan volume 6,216 miliar lembar saham senilai Rp 5,666 triliun. Sebanyak 123 saham naik, 185 turun, dan 74 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan dengan awal pekan rata-rata menguat. Hanya bursa saham Jepang yang turun tipis akibat aksi jual.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 menipis 8,19 poin (0,04%) ke level 19.246,06.
- Indeks Hang Seng naik 126,34 poin (0,53%) ke level 23.949,55.
- Indeks Komposit Shanghai melonjak 76,39 poin (2,26%) ke level 3.449,30.
- Indeks Straits Times bertambah 15,81 poin (0,47%) ke level 3.378,58.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 600 ke Rp 52.200, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 500 ke Rp 16.800, Asuransi Bina Dana (ABDA) turun Rp 475 ke Rp 6.200, dan Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 375 ke Rp 9.925.
(ang/hds)











































