Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG melemah 13,44 poin (0,25%) ke level 5.425,81. Investor cenderung menahan diri sambil harap-harap cemas mengenai arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserves/The Fed.
Indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Indeks terus meluncur tajam ke titik terendahnya hari ini di 5.4.20,230.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sembilan sektor jadi sasaran aksi jual. Sektor konsumer yang terkena koreksi paling dalam. Saham-saham bank masih jadi incaran beli investor domestik.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 119.732 kali dengan volume 3,223 miliar lembar saham senilai Rp 2,498 triliun. Sebanyak 90 saham naik, 151 turun, dan 91 saham stagnan.
Bursa-bursa regional bisa menepis sentimen negatif melemahnya Wall Street semalam dengan bergerak di teritori positif. Bursa Singapura menemani BEI di zona merah.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 naik tipis 16,48 poin (0,08%) ke level 19,453.48.
- Indeks Hang Seng melonjak 243,65 poin (1,02%) ke level 24.145,14.
- Indeks Komposit Shanghai menguat 30,14 poin (0,86%) ke level 3.532,99.
- Indeks Straits Times menipis 0,36 poin (0,01%) ke level 3.369,59.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 900 ke Rp 38.100, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 450 ke Rp 10.050, Astra Agro (AALI) turun Rp 450 ke Rp 25.800, dan Solusi Tunas (SUPR) turun Rp 425 ke Rp 9.425.
(ang/hds)











































