Sore ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan temen SMP-nya yaitu Sri Adiningsih, yang menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), melakukan pertemuan. Mereka membahas soal stabilitas nilai tukar rupiah dan peningkatan pertumbuhan ekonomi.
Dalam pertemuan yang berlangsung pukul 16.00-17.45 WIB ini, Sri mengatakan, tren pelemahan rupiah ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
"Masalah bagaimana menjaga stabilitas nilai rupiah, dan juga bagaimana meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Karena kan tren pelemahan rupiah yang terjadi tak boleh dibiarkan berlarut larut, karena akan mengganggu tren pertumbuhan ekonomi jadi perlu dijaga supaya stabil," papar Sri di kantor kepresidenan, Jakarta, Rabu (18/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tujuannya, agar kepercayaan masyarakat dan dunia usaha bisa dikelola. "Dengan kelola ekonomi secara baik dan yang bisa berikan kepercayaan bahwa ekonomi akan berkembang dan tumbuh dengan baik, dan stabilitas ekonomi makro terjaga dengan baik," papar Sri.
"Cukup lama memang pembicaraannya. Karena kan masalah ekonomi saat ini jadi isu yang perlu dicari solusinya di Indonesia, dan kita tahu bahwa rupiah yang melemah ini tren melemahnya sudah cukup lama, dan tak boleh dibiarkan berlarut larut," imbuh Sri.
(dnl/hen)











































