Ketua Umum GAPMMI Adhi Lukman mengatakan, penggunaan dolar AS dikarenakan permintaan dari pihak kedua. Misalnya dalam jual beli gas dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk.
"Kita kalau beli gas bumi pakai dolar AS. Padahal kan PGN itu perusahaan gas negara yang milik BUMN, masak disuruh bayar pakai dolar," ungkapnya dalam diskusi persoalan rupiah di Kopitiam, Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (18/3/2015)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bayar pelabuhan kan pakai dolar," imbuhnya.
Aktivitas lainnya adalah sewa ruangan atau pertokoan di mal dan tempat sejenis lainnya. Adhi menyebutkan, tarif yang digunakan harus dibayar tidak dengan rupiah.
"Sewa ruangan saja dolar," tegas Adhi.
Akibat kondisi ini, kata Adhi semakin banyak pemburu dolar AS di dalam negeri. Maka dari itu pasokan dolar yang ada tidak cukup untuk memenuhi permintaan yang ada.
"Maka pemburu dolar itu makin banyak," pungkasnya.
(mkl/rrd)











































