Berikut adalah pernyataan Yellen seperti dikutip dari CNN, Kamis (19/3/2015):
"Kami memastikan target suku bunga 0,25%. Hanya karena kami menghapus kata sabar dalam pernyataan, bukan berarti kami tidak sabar. Kami menilai kondisi ekonomi belum pasti akan membaik saat pertemuan April mendatang. Kenaikan suku bunga bisa terjadi di pertemuan-pertemuan selanjutnya, tergantung situasi ekonomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku pasar pun langsung merespons pernyataan ini. Bursa saham dan mata uang negara-negara berkembang (termasuk Indonesia) bergerak menguat, karena diperkirakan kenaikan suku bunga di AS belum akan terjadi dalam waktu dekat. Rupiah pun menguat, di mana saat ini dolar sudah meninggalkan level Rp 13.000.
Dollar Index (perbandingan dolar AS dengan sejumlah mata uang utama dunia) juga turun. Saat ini, Dollar Indeks berada di posisi 98,005. Sebelumnya, Dollar Index sempat menyentuh level 100.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun bergerak di 'jalur hijau' dengan penguatan 31,64 poin (0,58%) menjadi 5.444,79. Hal serupa juga terjadi di bursa saham Asia seperti:
- Hang Seng naik 322,38 poin (1,34%) di posisi 24.442,46.
- KOSPI menguat 9,37 poin (0,46%) menjadi 2.037,82.
- Straits Times naik 12,79 poin (0,38%) ke posisi 3.374,54.
- Shanghai Composite Index menguat 13,09% (0,37%) menjadi 3.590,39.
(hds/dnl)











































