Mahathir Bantah Intervensi, Proton Segera Tunjuk Bos Baru

Mahathir Bantah Intervensi, Proton Segera Tunjuk Bos Baru

- detikFinance
Senin, 07 Feb 2005 10:59 WIB
Jakarta - Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad membantah dirinya mengintervensi berbagai kebijakan Proton yang mengakibatkan salah satu pimpinannya mundur. Selanjutnya Proton menunjuk mantan pimpinan KLSE Mohamad Azlan untuk menggantikan Abu Hassan."Saya tidak berbicara dengan pemerintah atau menyuruh mereka ataupun memberikan nasihat kepada siapapun. Jika mereka minta opini saya, maka saya berhak untuk memberikannya," tegas Mahathir seperti dilansir AFP, Senin (7/2/2005). Pernyataan Mahathir ini diberikan menyusul pemberitaan di Asian Wall Street Journal (AWSJ) tentang mundurnya salah satu pemimpin Proton yakni Abu Hassan Kendut. AWSJ menulis mundurnya Abu Hassan itu dipicu oleh sikap Mahathir yang terlalu turut campur dalam berbagai urusan Proton. Salah satu hal yang dinilai Abu Hassan sangat mengganggu adalah keterkaitan Mahathir dalam pergantian chief executive Proton Tengku Mahaleel Tengku Arif. Abu Hassan menuding Mahathir telah membujuk pemerintah Malaysia untuk membatalkan rencana pergantian Mahaleel. Seperti diketahui, Proton merupakan salah satu perusahaan yang terkait dengan BUMN Malaysia karena 43 persen sahamnya dimiliki oleh agen investasi pemerintah Malaysia. Pada tahun lalu, mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad ditunjuk sebagai penasehat Proton, setelah lengser dari jabatan PM yang telah diembannya selama hampir 22 tahun.Mahathir menegaskan, 4 anggota Dewan Proton termasuk Abu Hassan telah bertemu dirinya beberapa bulan yang lalu. "Saya memperolah kesan bahwa mereka tidak menginginkan kehadiran CEO, tapi mereka tidak benar-benar memiliki keluhan bahwa Proton tidak berjalan dengan baik. Dalam pikiran saya, Proton memiliki performance yang sangat baik," katanya. Sementara surat kabar The Edge melaporkan, anggota Dewan Proton tengah mempertimbangkan penunjukkan Azlan. Mantan pimpinan Kuala Lumpur Stock Exchange ini akan dipertimbangkan penunjukannya pada Senin ini. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads