Oto Multiartaha Kembali Terbitkan Obligasi Rp 600 M
Senin, 07 Feb 2005 12:15 WIB
Jakarta - Perusahaan pembiayaan PT Oto Multiartha kembali menawarkan obligasi keempat senilai Rp 600 miliar. Seluruh dana hasil emisi obligasi akan digunakan untuk modal kerja pembiayaan kendaraan. "Kami menargetkan pembiayaan hingga akhir tahun 2005 mencapai Rp 6 triliun dibandingkan tahun 2004 yang sebesar Rp 5 triliun lebih. Dana pembiayaan tersebut selain dari obligasi juga kredit perbankan," kata Presdir Oto Multiartha Djohan Marzuki di kantornya Plaza Summitmas Jakarta, Senin (7/2/2005). Perseroan menunjuk tiga penjamin emisi yaitu PT Investindo Nusantara Sekuritas, PT HSBC Securities Indonesia dan DBS Vickers Securities Indonesia. Rencananya obligasi ini akan dicatatkan di Bursa Efek Surabaya (BES) pada 5 April 2005 dengan due diligence meeting pada 15 Februari 2005 diikuti dengan masa penawaran 23-25 Maret 2005. Menurut Alverno J Soenardji, Managing Director PT Investindo Nusantara Sekuritas, obligasi ini terdiri atas tiga seri. Pertama yang memiliki tenor 370 hari dengan jumlah penawaran Rp 100 miliar. Kedua dengan tenor 30 bulan sebesar Rp 200 miliar dan ketiga tenor 36 bulan sebesar Rp 300 miliar. "Saat ini kita masih menunggu pemeringkatan dari Pefindo. Untuk obligas sebelumnya rating kita selalu single A," kata Alverno. Mengenai bunga obligasi, menurut dia belum bisa ditentukan. Sedangkan jaminan yang diberikan dalam bentuk piutang kredit kendaraan. Sedangkan Djohan mengatakan untuk tahun 2005, pihaknya menargetkan pendapatan naik 20 persen menjadi Rp 800 miliar dibandingkan tahun 2004 yang sebesar Rp 595 miliar. Sedangkan laba bersih tahun 2005 diproyeksikan sebesar Rp 155 miliar, dibandingkan tahun 2004 yang sebesar Rp 126 miliar. Menurut Djohan, pihaknya memberikan pembiayaan kredit untuk semua jenis mobil seperti Suzuki, Mitsubishi, Toyota, Daihatsu dan lain lain. Pada tahun 2004, dari total penjualan mobil nasional sebesar 483.417 unit, perseroan melakukan pembiayaan kendaraan sebanyak 46.005 unit mobil baru, dimana tahun sebelumnya sebanyak 33.869 unit. Bunga yang diberikan untuk pembiayaan kendaraan berkisar antara 13-18 persen per tahun dengan tenor terpanjang tiga tahun. Perseroan juga berencana membuka lima sampai enam kantor cabang baru, dimana sampai saat ini masih dikaji lokasinya. Pada tahun 2004 pangsa pasar perseroan sebesar 9.5 persen untuk perusahaan pembiayaan.
(qom/)











































