Saham-saham ini banyak diserap oleh investor asing sebanyak 53%. Investor tersebut berasal dari Singapura, Hong Kong, hingga negara Eropa seperti London. Sementara sisanya sebesar 47% diserap oleh investor lokal.
"Sekitar 53% asing, 47% lokal komposisinya. Antusiasme cukup baik, kita oversubscribed 10,3 kali institusi dan 8,2 kali ritel. Asing ada dari Singapura, Hong Kong, London, ada juga representasi fund manager AS yang ada di Asia," ujar Direktur Utama PT Kreshna Securities Michael Steven usai pencatatan perdana saham MIKA di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (24/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 72.753.600 saham baru dan 189.159.400 saham biasa atas nama milik Lion Investment Partners B.V sebagai pemegang saham penjual (saham divestasi) yang ditawarkan kepada masyarakat.
Menurut Michael, saham sektor health care masih akan diminati tahun ini. Pasalnya, kebutuhan masyarakat untuk pelayanan kesehatan terus tumbuh.
Menurutnya, faktor global seperti perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS) tidak akan banyak mempengaruhi kinerja saham-saham health care.
"Health care itu saham yang tahan cuaca karena kita tidak tahu kapan sakit, jadi pengaruhnya sedikit karena kalau sakit, mau inflasi atau nggak, mau ada faktor global kayak gimana, ya kita tetap butuh rumah sakit," jelas dia.
Selain itu, Michael menambahkan, perlu dorongan dari pemerintah untuk turut membantu menarik minat investor asing masuk dalam negeri melalui pasar modal.
"Bagaimana caranya pemerintah banyak memberikan insentif agar banyak tumbuh untuk investasi asing. Kalau bursa bagus ini iklan buat FDI, beriklan bisa lewat bursa, itu akan kedengaran di seantero dunia," tandasnya.
(drk/ang)











































