Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 12.900 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.013 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 3,49 poin (0,06%) ke level 5.440,59. IHSG tidak terimbas Wall Street yang ditutup negatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, naik 11,561 poin (0,21%) ke level 5.448,659. Aksi beli investor domestik membawa IHSG naik 11 poin.
Jelang penutupan perdagangan, Indeks sempat jatuh ke zona merah. Untungnya aksi beli investor domestik menyelamatkan IHSG dari zona merah.
Mengakhiri perdagangan, Selasa (24/3/2015), IHSG ditutup menguat tipis 10,550 poin (0,19%) ke level 5.447,648. Sementara Indeks LQ45 ditutup tumbuh 0,824 poin (0,09%) ke level 947,819.
Investor asing melepas saham dengan nilai yang cukup tinggi hari ini, lebih dari setengah triliun rupiah. Saham-saham unggulan masih jadi incaran aksi beli.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini terpantau melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 953,341 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 224.153 kali dengan volume 5,636 miliar lembar saham senilai Rp 8,007 triliun. Sebanyak 118 saham naik, 175 turun, dan 97 saham stagnan.
Nilai dan volume transaksi perdagangan hari ini sedikit melonjak berkat transaksi tutup sendiri (crossing) saham PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) senilai Rp 863 miliar di pasar negosiasi. Transaksi ini difasilitasi broker JP Morgan Securities (BK).
Bursa-bursa di Asia berakhir mixed sore hari ini. Sentimen negatif datang dari Wall Street yang melemah semalam.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 40,91 poin (0,21%) ke level 19.713,45.
- Indeks Hang Seng turun 94,91 poin (0,39%) ke level 24.399,60.
- Indeks Komposit Shanghai naik tipis 3,68 poin (0,10%) ke level 3.691,41.
- Indeks Straits Times bertambah 2,71 poin (0,08%) ke level 3.412,84.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.575 ke Rp 50.650, Indo Kordsa (BRAM) turun Rp 800 ke Rp 3.900, Mayora (MYOR) turun Rp 200 ke Rp 28.800, dan Buana Finance (BBLD) turun Rp 180 ke Rp 745.
(ang/hds)











































