Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah di posisi Rp 13.015 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.985 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG turun 24,469 poin (0,45%) ke level 5.381,020 mengekor pelemahan Wall Street dengan terpangkas 24 poin. Indeks pun kembali jatuh ke level 5.300.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, menipis 5,638 poin (0,10%) ke level 5.399,851. Indeks ketinggalan bursa-bursa Asia yang sudah bisa menguat.
Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi beli investor domestik. Akibatnya seluruh indeks sektoral jatuh ke zona merah.
Mengakhiri perdagangan, Kamis (26/3/2015), IHSG ditutup melemah 36,689 poin (0,68%) ke level 5.368,800. Sementara Indeks LQ45 ditutup turun 7,359 poin (0,78%) ke level 932,014.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 327,798 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 241.637 kali dengan volume 6,433 miliar lembar saham senilai Rp 6,485 triliun. Sebanyak 83 saham naik, 201 turun, dan 89 saham stagnan.
Bursa-bursa regional menutup perdagangan sore ini dengan mixed. Bursa saham China dan Singapura bertahan di teritori positif.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 anjlok 275,08 poin (1,39%) ke level 19.471,12.
- Indeks Hang Seng menipis 31,15 poin (0,13%) ke level 24.497,08.
- Indeks Komposit Shanghai naik 21,37 poin (0,58%) ke level 3.682,10.
- Indeks Straits Times menguat 13,94 poin (0,41%) ke level 3.432,96.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.600 ke Rp 48.100, Inti Agri (IIKP) turun Rp 595 ke Rp 1.850, Unilever (UNVR) turun Rp 325 ke Rp 38.500, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 300 ke Rp 23.200.
(ang/hds)











































