Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah di posisi Rp 13.030 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.015 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun 16,056 poin (0,30%) ke level 5.352,744 akibat tekanan jual investor asing. Indeks ketinggalan penguatan indeks saham lain di bursa-bursa Asia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, Jumat (27/3/2015), IHSG naik 18,395 poin (0,34%) ke level 5.387,195 berhasil balik arah ke zona hijau setelah pagi tadi dibuka melemah. Indeks mulai mengekor penguatan bursa-bursa Asia.
Indeks naik sampai ke titik tertingginya di 5.397.841 berkat penguatan saham-saham unggulan. Investor asing konsisten untuk tetap melepas saham.
Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (27/3/2015), IHSG menguat 28,054 poin (0,52%) ke level 5.396,854. Sementara Indeks LQ45 naik 5,493 poin (0,59%) ke level 937,507.
Dana asing belum berhenti mengalir keluar lantai bursa. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 582,858 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 179.792 kali dengan volume 5,894 miliar lembar saham senilai Rp 5,32 triliun. Sebanyak 176 saham naik, 103 turun, dan 93 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan akhir pekan dengan mixed. Beberapa masih bisa menguat didorong naiknya harga-harga komoditas.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 185,49 poin (0,95%) ke level 19.285,63.
- Indeks Hang Seng menipis 10,88 poin (0,04%) ke level 24.486,20.
- Indeks Komposit Shanghai naik 9,00 poin (0,24%) ke level 3.691,10.
- Indeks Straits Times menguat 14,96 poin (0,44%) ke level 3.446,55.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mitra Keluarga (MIKA) turun Rp 375 ke Rp 21.800, Asuransi Bintang (ASBI) turun Rp 145 ke Rp 465, Indomobil (IMAS) turun Rp 140 ke Rp 3.850, dan Link Net (LINK) turun Rp 125 ke Rp 6.100.
(ang/hds)











































