IHSG Masih Bisa Lanjutkan Penguatan

Rekomendasi Saham

IHSG Masih Bisa Lanjutkan Penguatan

- detikFinance
Senin, 30 Mar 2015 08:56 WIB
IHSG Masih Bisa Lanjutkan Penguatan
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu mendekati level 5.400 setelah menguat 28 poin. Investor domestik masih berani berburu saham.

Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (27/3/2015), IHSG menguat 28,054 poin (0,52%) ke level 5.396,854. Sementara Indeks LQ45 naik 5,493 poin (0,59%) ke level 937,507.

Wall Street menutup perdagangan akhir pekan dengan naik tipis. Aksi korporasi di sektor teknologi memberi sentimen positif setelah bursa Paman Sam itu terkoreksi empat hari berturut-turut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks Dow Jones naik 34,43 poin (0,19%) ke level 17.712,66, Indeks S&P 500 bertambah 4,87 poin (0,24%) ke level 2.061,02 dan Indeks Komposit Nasdaq menguat 27,86 poin (0,57%) ke level 4.891,22.

Hari ini IHSG diperkirakan bisa melanjutkan penguatan didorong oleh sentimen positif dari pasar global dan regional. Aksi jual asing masih jadi penghambat laju IHSG.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 naik 48,59 poin (0,25%) ke level 19.334,22.
  • Indeks Straits Times turun 3,93 poin (0,11%) ke level 3.446,17.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Kiwoom Securities
Masih mixed-nya bursa dunia belum dapat memberikan dukungan. IHSG menutup perdagangan positif dengan membentuk pola bullish engulfing minggu lalu. Penembusan pada minor reesistance 5,400 akan kembali membuka peluang positif atau sebaliknya. Sehingga, kami memperkirakan IHSG akan bergerak cenderung menguat hari ini.

First Asia Capital
Setelah dua sesi perdagangan terkoreksi hingga 79 poin, IHSG akhir pekan lalu berhasil rebound terbatas 28 poin (0,5%) tutup di 5396,854. Pelaku pasar memanfaatkan koreksi yang terjadi untuk mengakumulasi kembali sejumlah saham sektoral yang sudah berada di area oversold seperti sektor semen, perkebunan, dan pertambangan. Harga minyak yang menguat memberikan sentimen positif bagi reboundnya saham berbasiskan komoditas. Nilai transaksi di Pasar Reguler cenderung turun hanya Rp4,4 triliun dibandingkan rata-rata harian pekan lalu yang mencapai Rp5 triliun. Dana asing masih terus keluar dari pasar.

Akhir pekan lalu penjualan bersih asing mencapai Rp2,66 triliun naik dari pekan sebelumnya Rp1,99 triliun. Selama sepekan terakhir IHSG terkoreksi 0,85% dan rata-rata rupiah terhadap dolar AS menguat 1% menjadi Rp13009 dibandingkan pekan sebelumnya yang rata-rata Rp13140. Secara keseluruhan sentimen pasar sepekan kemarin lebih banyak digerakkan faktor eksternal terutama kekhawatiran penguatan dolar AS selama kuartal pertama tahun ini yang akan mempengaruhi ekspektasi kinerja emiten menjelang rilis laba 1Q14 dan memburuknya data ekonomi China seperti indeks manufaktur Maret ini yang menunjukkan indikasi kontraksi.

Sementara Wall Street akhir pekan lalu berhasil rebound tipis setelah empat sesi perdagangan sebelumnya terkoreksi. Namun selama sepekan indeks DJIA dan S&P di Wall Street masing-masing koreksi 2,3% dan 2,2% tutup di 17712,66 dan 2061,02. Sedangkan harga minyak mentah akhir pekan lalu kembali terkoreksi 5,8% di USD48,43/barrel. Selama sepekan harga minyak mentah di AS naik 4,3% menyusul ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Pada perdagangan hari ini, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dengan kondusifnya pasar global akhir pekan lalu dan sentimen menjelang akhir kuartal pertama 2014 yang ditandai dengan rilis laba emiten dan agenda pembagian dividen. IHSG diperkirakan bergerak menguji resisten 5410 hingga 5430. Sedangkan level support di 5340.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads