Furnace 4 Siap Operasi, Produksi Feronikel Antam Naik jadi 20.400 Ton

Furnace 4 Siap Operasi, Produksi Feronikel Antam Naik jadi 20.400 Ton

- detikFinance
Selasa, 31 Mar 2015 11:42 WIB
Furnace 4 Siap Operasi, Produksi Feronikel Antam Naik jadi 20.400 Ton
Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mulai melakukan pemanasan (preheating) fasilitas Furnace 4 yang merupakan bagian dari Proyek Perluasan Pabrik Feronikel Pomalaa (P3FP), Sulawesi Tenggara, pada 29 Maret 2015. Produksi feronikel perusahaan pelat merah ini akan bertambah menjadi 20.400 TNi (ton nikel) tahun ini.

Emiten berkode ANTM itu berniat mengoperasikan (switch on) fasilitas Furnace 4 pada pertengahan April 2015 sebagai awal proses commissioning Furnace 4.

Fasilitas Furnace 4 direncanakan sudah efektif normal berproduksi dengan tingkat produksi sebesar 4.600 TNi tahun ini. Dengan adanya tambahan produksi itu, produksi feronikel Antam tahun ini bisa mencapai 20.400 TNi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara untuk penjualan Feronikel 2015, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tambang itu membidik sebanyak 22.000 TNi

"Pelaksanaan preheating Furnace 4 mengukuhkan komitmen ANTAM untuk melakukan ekspansi produksi komoditas inti feronikel yang bernilai tambah. Penyelesaian P3FP secara keseluruhan di awal kuartal IV-2015 yang juga mencakup pembangunan PLTU batu bara akan meningkatkan profitabilitas dan kinerja melalui peningkatan produksi dan penurunan biaya," kata Direktur Utama Antam, Tato Miraza, dalam siaran pers, Selasa (31/3/2015).

Furnace 4 yang baru ini diklaim punya beberapa kelebihan dibandingkan furnace eksisting yang dimiliki Antam, yakni di antaranya kecepatan elektroda yang lebih tinggi, sehingga respons terhadap fluktuasi perubahan beban listrik di dalam furnace yang lebih baik, penggunaan automatic tapping machine, sistem pendingin copper cooler yang lebih ringkas dan lebih baik serta sistem granulasi slag dengan menggunakan bucket elevator yang lebih aman.

Seiring dengan selesainya P3FP, tingkat produksi feronikel Antam dapat meningkat menjadi 27.000-30.000 TNi per tahun dari sebelumnya 18.000-20.000 TNi per tahun. Penyelesaian proyek ini juga akan menurunkan tingkat biaya tunai pabrik feronikel di Pomalaa, sehingga ke depannya ANTAM akan menjadi salah satu produsen feronikel dengan tingkat biaya produksi paling rendah secara global.

Antam juga telah melakukan berbagai upaya efisiensi dan program penghematan biaya sehingga dapat menghasilkan biaya tunai feronikel sebesar US$ 4,3 per pon di periode Januari-Februari 2015.

Capaian ini merupakan capaian biaya tunai terendah selama 5 tahun terakhir dan menjadikan Antam kembali menempati posisi sebagai salah satu produsen feronikel berbiaya rendah secara global.

Sampai dengan akhir Februari 2015, konstruksi Proyek Perluasan Pabrik Feronikel Pomalaa telah mencapai 86,9%. Antam juga telah menandatangani perjanjian fasilitas kredit investasi ekspor (KIE) tahap II dengan Indonesia Eximbank senilai US$ 60 juta yang merupakan bagian dari fasilitas KIE senilai US$ 160 juta. Tahap I fasilitas KIE dari Indonesia Eximbank telah ditandatangani pada tanggal 23 Mei 2014.

Antam saat ini juga masih meneruskan proses diskusi dengan Pemerintah terkait Penyertaan Modal Negara (PMN) yang akan digunakan untuk mendanai proyek-proyek pertumbuhan perusahaan lainnya yakni proyek Feronikel Halmahera Timur dan proyek Anode Slime.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads