Dari laporan keuangan perusahaan diketahui bahwa perusahaan mecatatakan penurunan penjualan cukup signifikan dari Rp 11,29 triliun di tahun 2013 menjadi hanya Rp 9,42 triliun di tahun 2014.
Penurunan beban pokok penjualan sebesar Rp 1,04 triliun dari Rp 9,68 triliun di tahun 2013 menjadi Rp 8,644 triliun di tahun 2014β pun tak cukup membantu keuangan perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayang, Tedy belum mau mengungkapkan berapa target peningkatan produksi yang bakal diraih tahun ini.
"Kalau price (harga) turun berarti volumenya diperbanyak," ujarnya usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Antam di Menara Bidakara, Jakarta, Selasa (31/3/2015).
Diakuinya pula, masih ada tantangan besar untuk memperbaiki kinerja keuangan di tahun 2015 ini. Pasalnya, ada aturan larangan ekspor produk tambang mentah yang diberlakukan pemerintah saat ini.
"Beban ke depan bagaimana caranya Antam memenuhi seperti yang diamanatkan di RUPS, tidak mudah kami harus evaluasi keseluruhan," pungkas dia.
(dna/ang)











































