Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 13.035 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.070 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG turun tipis 1,88 poin (0,03%) ke level 5.516,79. Aksi ambil untung (profit taking) menggerus IHSG yang kemarin mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG jatuh 58,565 poin (1,06%) ke level 5.460,110 menjauh dari posisi rekor tertinggi gara-gara aksi ambil untung investor domestik. Saham-saham unggulan jatuh cukup dalam.
Laju inflasi yang masih dalam prediksi pelaku pasar itu tidak mampu menahan koreksi Indeks. Pelaku pasar domestik gencar mengambil untung atas saham-saham yang kemarin naik tinggi.
Mengakhiri perdagangan, Rabu (1/4/2015), IHSG ditutup amblas 51,808 poin (0,94%) ke level 5.466,867. Sementara Indeks LQ45 ditutup anjlok 10,132 poin (1,05%) ke level 951,803.
Investor asing melanjutkan perburuan sahamnya. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 490,245 poin di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 234.913 kali dengan volume 6,259 miliar lembar saham senilai Rp 6,419 triliun. Sebanyak 106 saham naik, 201 turun, dan 82 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan sore ini dengan mixed rata-rata menguat. Hanya pasar saham Jepang yang masih terkena koreksi.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 172,15 poin (0,90%) ke level 19.034,84.
- Indeks Hang Seng naik 181,86 poin (0,73%) ke level 25.082,75.
- Indeks Komposit Shanghai melonjak 62,40 poin (1,66%) ke level 3.810,29.
- Indeks Straits Times menguat tipis 1,58 poin (0,05%) ke level 3.448,59.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Djakarta (DLTA) turun Rp 4.950 ke Rp 280.050, Inti Agri (IIKP) turun Rp 820 ke Rp 2.480, Unilever (UNVR) turun Rp 625 ke Rp 39.025, dan Lionmesh (LMSH) turun Rp 550 ke Rp 8.275.
(ang/hds)











































