Asia Grain Kembali Ubah Bisnis Intinya Ke Timah

Asia Grain Kembali Ubah Bisnis Intinya Ke Timah

- detikFinance
Selasa, 08 Feb 2005 16:51 WIB
Jakarta - PT Asia Grain Internasional tbk (ASIA) kembali mengubah bisnis intinya dari perdagangan kedelai menjadi perdagangan komoditas timah batangan. Perseroan telah beberapa kali mengubah bisnis inti dari bisnis awal pembuatan boneka kemudian distributor kedelai dan terkahir perdagangan timah batangan. "Diharapkan operasional ke bisnis timah batangan secara penuh dilakukan pada April 2005," kata Dirut ASIA Paulus Junanda, dalam paparan publik yang berlangsung di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Selasa (8/2/2005). Menurut Paulus, sejak April 2003 perseroan sebenarnya telah melakukan bisnis perdagangan komoditas timah, melalui kerjasama dengan pengusaha timah di Bangka. Perseroan mengaku telah menyuntikkan modal sekitar Rp 11 miliar dengan bunga sebesar 20 persen per tahun sudah masuk ke kas perseroan. "Jadi total return kita setahun sekitar Rp 30 miliar," kata Paulus.Namun dari segi kinerja, Paulus mengaku perseroan belum banyak mengalami perubahan sejak krisis keuangan karena negosiasi kreditor tidak kunjung selesai. Sampai September 2004 penjualan bersih perseroan mengalami penurunan sekitar 87 persen karena sepanjang tahun 2004 tidak ada lagi hasil penjualan dari komoditas kedelai. "Hasil penjualan bersih tersebut semata-mata dari penjualan komoditas timah," ujar Paulus. Sementara dari bisnis perdagangan komoditas timah melalui pengusaha di Bangka hingga kuartal ketiga 2004, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 15,4 miliar. Menurut Paulus, pendapatan itu hanya cukup untuk membayar biaya overhead (biaya operasi) setiap bulannya, termasuk membiayai gaji 25 orang karyawan perseroan. Sampai dengan September 2004 total aktiva perseroan tercatat sebesar Rp 100,5 miliar dengan kewajiban mencapai Rp 96,7 miliar. Sementara ekuitas perseroan tinggal sebesar Rp 3,8 miliar. Perseroan diperkirakan akan mengalami defisiensi modal jika kondisinya tidak membaik. Sedangkan rugi bersih pada periode tersebut tercatat sebesar Rp 8,97 miliar. Paulus menjelaskan, melihat prospek bisnis perdagangan bisnis timah yang cukup bagus perseroan berencana membuka usaha perdagangan komoditas timah batangan bekerjasama dengan Singapore Tins Industries (STI). Saat ini saham ASIA juga masih disuspensi oleh Bursa Efek Jakarta (BEJ) di pasar reguler maupun di pasar negosiasi sejak tanggal 16 Desember 2003 terkait dengan tidak jelasnya kelangsungan usaha perseroan dan tertundanya pembayaran annual listing fee. Pasalnya, kinerja perseroan terus memburuknya karena masih belum disepakatinya restrukturisasi utang dengan Cargill dan terhentinya kegiatan perdagangan kedelai yang merupakan bisnis utama perseroan. Seperti diketahui, sebelum ganti ke perdagangan kedelai, bisnis inti perseroan pada awalnya adalah penjual dan pemegang lisensi boneka dan mainan anak-anak dari Walt Disney dan Warner Bross. Perseroan juga terhitung sedikitnya telah tiga kali ganti nama dari PT Asiana Imi Industries, lalu menjadi PT Asiana Multikreasi Tbk saat perseroan masih menjadi pedagang boneka dan mainan anak-anak. Ketika bisnis intinya beralih ke bidang perdagangan kedelai, nama perseroan menjadi PT Asiana Internasional Tbk. Dan, saat ini sebagai pedagang komoditas timah, perseroan ganti nama menjadi PT Asia Grain Internasional Tbk. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads