PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) masih mencatat rugi di 2014, yaitu sebesar Rp 2,8 triliun. Rugi ini bertambah 7,6% dibandingkan posisi 2013 yang hanya Rp 2,6 triliun.
Seperti dikutip dari laporan keuangan tahun buku 2014, Kamis (2/4/2015), pendapatan perusahaan telekomunikasi Grup Bakrie ini berkurang drastis, dari tahun 2013 sebanyak Rp 2 triliun menjadi hanya Rp 1,1 triliun di akhir tahun lalu.
Pada saat omzet turun, beban usaha perusahaan justru naik menjad Rp 2,1 triliun dari sebelumnya hanya Rp 2 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beban kuangan BTEL tercatat naik di 2014, untungnya bisa diimbangi dengan adanya merger Smartfren yang dicatat sebagai penghasilan lain-lain di pos kerjasama penggabungan usaha sebesar Rp 591 miliar.
Merger tersebut hanya menahan kerugian Bakrie Telecom menjadi tidak terlalu dalam. Namun tetap saja perseroan akhirnya membukukan rugi bersih Rp 2,8 triliun di 2014 dari sebelumnya Rp 2,6 triliun.
Anak usaha Grup Bakrie itu sudah berniat melakukan berbagai penghematan untuk mengembalikan kinerja ke jalur positif. Salah satu caranya dengan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan.
(ang/hen)











































