Privatisasi BUMN Tahun Ini Bukan Seperti Penjualan Indosat

Privatisasi BUMN Tahun Ini Bukan Seperti Penjualan Indosat

- detikFinance
Kamis, 09 Apr 2015 15:18 WIB
Privatisasi BUMN Tahun Ini Bukan Seperti Penjualan Indosat
Jakarta - Isu privatisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali ramai diperbincangkan. Masyarakat masih 'trauma' atas penjualan PT Indosat Tbk (ISAT) ke investor asing pada tahun 2002 silam.

Kabar privatisasi ini dikemukakan oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dalam pidatonya saat pelantikan pengurus Gerindra kemarin. Prabowo dengan tegas meminta Koalisi Merah Putih (KMP) menolak rencana privatisasi perusahaan pelat merah.

Privatisasi itu, kata Prabowo, akan dilakukan kepada empat BUMN, yaitu PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo menyebut privatisasi akan dilakukan dengan cara menjual saham empat BUMN tersebut. Tapi hal ini disanggah oleh Kepala Bidang Komunikasi Publik Kementerian BUMN Teddy Poernama.

Menurut Teddy, memang ada rencana privatisasi BUMN yang sudah disiapkan pemerintah tahun ini, tapi hanya kepada tiga BUMN, yaitu Antam, Waskita, serta Adhi. Skemanya bukan penjualan saham.

"Tapi bukan penjualan atau pengurangan saham. Justru ini menambah kepemilikan saham lewat rights issue," kata Teddy kepada detikFinance, Kamis (9/4/2015).

Rights issue adalah penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Saham baru ini diterbitkan dan ditawarkan kepada pemegang saham lama, yaitu pemerintah dan publik.

Pemerintah sudah siap membeli saham baru ini dengan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) yang sudah direstui DPR dan masuk dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2015.

Total dana yang akan dikucurkan ke tiga BUMN itu sebesar Rp 8,4 triliun. Waskita akan dapat Rp 3,5 triliun, Adhi dapat Rp 1,4 triliun, dan Antam dapat Rp 3,5 triliun.

Jika para pemegang saham publik tidak mengeksekusi hak pembelian sahamnya, maka kepemilikan sahamnya akan terdilusi alias berkurang. Dengan demikian, kepemilikan saham pemerintah di tiga BUMN itu akan naik.

Jadi privatisasi BUMN kali ini bukan penjualan saham seperti yang dulu dilakukan kepada Indosat?

"Bukan, beda sekali. Tidak ada itu (penjualan saham). Kalau (Indosat) itu kan mengurangi, kalau sekarang justru menambah saham," kata Teddy.

Saham Indosat dijual ke Singapore Telecom (SingTel) pada 2002 silam. Penjualan saham dilakukan saat Megawati Soekarnoputri jadi Presiden RI.

Pemerintah sekarang masih pegang 14,9% saham Indosat. Mayoritas saham operator Mentari dan IM3 itu sudah dipegang Ooredoo Group dari Qatar.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads