Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun 8,88 poin (0,16%) ke level 5.438,53. Pelemahan Wall Street dan bursa regional 'menular' ke IHSG.
Investor masih menantikan pengumuman suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI). Aksi jual investor asing menekan laju IHSG.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sembilan dari 10 indeks sektoral di lantai bursa kena koreksi akibat aksi jual. Hanya sektor perdagangan yang masih bisa menguat.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 117.780 kali dengan volume 2,883 miliar lembar saham senilai Rp 2,674 triliun. Sebanyak 80 saham naik, 196 turun, dan 79 saham stagnan.
Bursa-bursa regional masih bergerak mix hingga siang hari ini. Pasar saham China dan Singapura bertahan di zona hijau.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 menipis 18,90 poin (0,09%) ke level 19.886,56.
- Indeks Hang Seng turun 135,44 poin (0,48%) ke level 27.880,90.
- Indeks Komposit Shanghai naik 39,70 poin (0,96%) ke level 4.161,42.
- Indeks Straits Times menguat 8,14 poin (0,23%) ke level 3.492,53.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.025 ke Rp 51.075, Unilever (UNVR) turun Rp 850 ke Rp 38.925, Mayora (MYOR) turun Rp 775 ke Rp 26.100, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 750 ke Rp 74.000.
(ang/hds)











































