"Kita akan buka rute ke Paris dan Frankfurt," kata Direktur Utama Garuda Arif Wibowo saat ditemui di Wisma Garuda Indonesia, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (14/4/2015).
Kedua negara tersebut dibidik karena memiliki kontribusi besar terhadap ekonomi RI. Selain itu, kedua negara tersebut secara ekonomi relatif stabil di saat kelesuan ekonomi Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski akan membuka rute baru ke dua negara di Eropa, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) transportasi itu tetap memprioritaskan penambahan frekuensi pada rute-rute lama di Timur Tengah dan Belanda.
Apalagi Garuda akan kedatangan 3 pesawat berbadan lebar jenis Boeing 777-300ER mulai Juli 2015. Total pada tahun 2015, emiten berkode GIAA itu akan mengoperasikan sebanyak 9 unit pesawat Boeing 777-300ER.
Arif menerangkan rencana Garuda Indonesia terbang ke Jerman dan Prancis bakal disiapkan secara matang.
"Tahun 2015 critical reborn untuk tempatkan pasar. Kita harus bangun persepsi di Eropa jauh-jauh hari. Kita harus akurat," jelasnya.
Garuda juga mengkaji apakah akan melakukan direct flight ke Eropa atau tidak. Perseroan masih mempertimbangkan kemampuan landasan di Bandara Soekarno-Hatta untuk melayani pesawat sekelas Boeing 777 dalam posisi beban maksimal.
"Bandara kita layani flight ke Eropa itu kan kapasitas runway-nya nggak maksimal yakni Boeing 777 weight 351 ton, dibatasi oleh kemampuan runway 329 ton. Jadi kita harus cermat menghitung penerbangan ke Eropa jangan terlalu banyak limited payload-nya," tuturnya.
(feb/ang)











































