Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah tipis di posisi Rp 12.855 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.850 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG turun tipis 2,72 poin (0,05%) ke level 5.418,02. Minimnya sentimen di pasar membuat investor cenderung menahan diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG menipis 0,358 poin (0,01%) ke level 5.420,375. Indeks bergerak datar dan stagnan memasuki penutupan perdagangan Sesi I.
Saham-saham agrikultur naik cukup tinggi berkat aksi beli investor domestik. Enam sektor industri melemah, empat sisanya menguat.
Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (17/4/2015), IHSG ditutup berkurang 10,089 poin (0,19%) ke level 5.410,644. Sementara Indeks LQ45 ditutup turun 3,468 poin (0,37%) ke level 938,758.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 576,599 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 173.745 kali dengan volume 7,195 miliar lembar saham senilai Rp 5,554 triliun. Sebanyak 139 saham naik, 144 turun, dan 93 saham stagnan.
Hanya pasar saham China yang bisa positif sore ini, bahkan hingga melesat lebih dari 2%. Bursa-bursa Asia lainnya harus menutup perdagangan di zona merah.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 anjlok 232,89 poin (1,17%) ke level 19.652,88.
- Indeks Hang Seng turun 86,59 poin (0,31%) ke level 27.653,12.
- Indeks Komposit Shanghai melonjak 92,47 poin (2,20%) ke level 4.287,30.
- Indeks Straits Times melemah 11,55 poin (0,33%) ke level 3.520,06.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Matahari (LPPF) turun Rp 800 ke Rp 18.300, Indomobil (IMAS) turun Rp 340 ke Rp 3.660, Citra Tubindo (CTBN) turun Rp 200 ke Rp 5.950, dan Lippo Insurance (LPGI) turun Rp 200 ke Rp 5.000.
(ang/hds)











































