Bangun 'Indonesia Global Gateway', Telkom Rogoh Kocek Rp 26,91 Triliun

Bangun 'Indonesia Global Gateway', Telkom Rogoh Kocek Rp 26,91 Triliun

- detikFinance
Jumat, 17 Apr 2015 20:51 WIB
Bangun Indonesia Global Gateway, Telkom Rogoh Kocek Rp 26,91 Triliun
Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk atau Telkom (TLKM) tengah fokus menyelesaikan jaringan sistem komunikasi kabel optik bawah laut, untuk menghubungkan dan mentransfer jasa telekomunikasi berkecepatan tinggi dari Aceh hingga Papua.

Di Februari 2015, kabel bawah laut yang menghubungkan Aceh hingga Sulawesi sudah rampung.

Sementara untuk tahap kedua, akan diselesaikan kabel bawah laut Sulawesi lewat selatan hingga Timika dan Merauke, yang diharapkan akan selesai di September tahun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita hadir di negara ini untuk memberikan kontribusi nasional, memutuskan untuk membangun tol, ada laut, darat, kita juga punya program broadband highway," kata Direktur Utama Telkom, Alex Janangkih Sinaga, saat jumpa pers di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (17/4/2015).

Selain di bawah laut Indonesia, Alex menyebutkan, Telkom juga akan menyambungkan kabel optik bawah laut hingga ke arah Timur Tengah dan Eropa Barat dengan membentuk konsorsium.

"Ini baru mulai yang arah Timur Tengah dan Eropa Barat 2016. Kalau ini selesai, kita harapkan Indonesia bisa jadi hub untuk traffic data, Timteng, Eropa, lewat Indonesia, Asia Pasifik sampai AS, ini yang kita sebut Indonesia global gateway," jelas dia.

Lewat pembangunan infrastruktur tersebut, Alex meyakini, Telkom bisa memperkuat bisnisnya ke depan.

"Di 2015 agresif ke bisnis digital, penguatan dan pengembangan internasional bisnis, saat ini punya 10, visinya lebih ke pemain di regional, Asia Pasifik," katanya.

Alex menyebutkan, untuk mendukung itu semua, perseroan telah menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) di tahun ini Rp 26,91 triliun. Capex ini diambil dari pendapatan di 2014 senilai Rp 89,969 triliun.

Dari besaran capex tersebut, 60% dialokasikan untuk penguatan infrastruktur broadband mobile Telkomsel. Sebesar 30% digunakan untuk memperkuat jaringan kabel bawah laut, dan 10% untuk ekspansi anak usaha.

Untuk mendukung pendanaan capex, perseroan juga berencana menerbitkan obligasi yang nilainya masih dikaji. Perseroan telah menyampaikan rencana tersebut ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meminta persetujuan.

Perseroan telah menunjuk penjamin pelaksana emisi atau underwriter yaitu Bahana Securities, Mandiri Sekuritas, Trimegah Securities, dan Danareksa Sekuritas.

"Sudah memasukan dokumen ke OJK, dalam proses efektif, minggu kedua Mei akan public expose, nanti bersama-sama underwriter akan menawarkan obligasi," sebut dia.

Sementara itu, perseroan membidik kenaikan pendapatan di tahun ini mencapai Rp 100 triliun.

Perlu diketahui, hingga saat ini, Telkom telah membangun infrastruktur kabel serat optik sepanjang 76,700 km dari Aceh hingga Papua termasuk Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS), yang akan memberikan dampak positif untuk pemerataan akses komunikasi dan informasi broadband, dengan kualitas yang sama di seluruh wilayah Indonesia.

Hingga akhir 2014, Telkom Group telah memiliki Data Center seluas 54.800 m2. Selanjutnya fokus utama ketiga Telkom di 2015 adalah International Expansion 'Stretch & Expand International Business'. Di 2014, Telkom telah melakukan ekspansi bisnis Global dan menargetkan footprint di 10 negara, Telkom telah berhasil menjalankan bisnisnya di Singapura, Hong Kong, Timor Leste, Australia, Myanmar, Malaysia, Taiwan, Macau, AS, dan Saudi Arabia.

(drk/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads