Direktur Keuangan Harry M Nadir mengatakan pembagian dividen sesuai aturan dibagi dalam 30 hari setelah diputuskan pembagian.
"Laba per lembar saham Rp 22 kepada pemegang saham," katanya usai RUPS kemarin di Jakarta seperti dikutip dari siaran pers, Sabtu (18/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan SSMS, Hadi Susilo, melihat produksi tandan buah segar (TBS) tahun ini akan meningkat dari 1,8 juta ton menjadi 2,2 juta ton, seiring akuisisi 1 pabrik kelapa sawit (PKS) senilai Rp 140 miliar pada Juni mendatang.
Per 31 Desember lalu, produksi TBS telah naik hampir 40% dari 800.000 ton menjadi 1,8 juta ton, di mana 800.000 ton berasal dari existing dan 200.000 ton dari lahan akuisisi.
Perusahaan juga akan menambah 5.000-6.000 hektar lahan tanam baru dari total lahan yang saat ini dimiliki 110.000 ha di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Perusahaan menyiapkan investasi US$ 30 juta dari kas internal untuk keperluan tanam baru. Sementara yield (kandungan rendemen) yang dimiliki perusahaan rata-rata 22,2%.
"Setelah akuisisi lahan jadi 59.000 hektar. Yield lahan akuisisi sendiri belum sebagus eksisting, hanya 19,5%, semoga tahun ini kembali ke 24%, produksi kami sepertiganya untuk refinery, masih lokal saja," katanya.
Untuk belanja modal sendiri, perusahaan meyiapkan US$ 40 juta hingga US$ 45 juta tahun ini yang bersumber sebagian besar dari kas internal. Ini untuk keperluan organic growth. Perusahaan juga berharap harga sawit tetap terjaga.
"Efek dari penurunan harga agak susah, kalau harga stabil kami lebih optimistis target perusahaan tahun ini terpenuhi, tapi deviasi harga tidak terlalu banyak, agak flat di kisaran US$ 620 sampai US$ 630 per ton, tapi dengan lahan yang terletak pada satu hamparan tidak menyebar, management cost lebih efisien," katanya.
Kemungkinan Akuisisi Lagi
Perseroan membuka kemungkinan mengakuisisi lagi sejumlah perkebunan sepanjang manamejemen menilai berbagai persyaratan seperti lahan yang akan dibeli memiliki aspek produktivitas tinggi serta legalitas agar nantinya tak mengganggu operasional perseroan.
"Kalau memang ada peluang untuk akuisisi perkebunan sawit maka perseroan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan. Hanya tentu harus mengikuti sejumlah persyaratan sesuai dan keinginan manajemen," kata Direktur Utama SSMS Rimbun Situmorang.
Rimbun mengatakan, keputusan akuisisi diyakini sebagai langkah untuk mempertahankan dan meningkatkan kemampuan produksi, operasional serta finansial perusahaan.
(ang/ang)











































