Tony memastikan, penawaran umum saham perdana alias Initial Public Offering (IPO) Indonesia AirAsia akan dilakukan pada kuartal I-2016.
"Kita harus melihat pasar dulu, rupiah, dan saya harap (IPO) bisa di kuartal pertama, saya kira 20%," ujarnya ditemui di World Economic Forum di Jakarta, Senin (20/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perkembangan IPO sangat baik, kita sudah berbicara dengan tiga bank dan tidak ada masalah. Kami tinggal menyempurnakan rencana IPO ini, kami optimistis untuk bisa IPO dan berinvestasi di sektor pariwisata," kata Tony.
Menurut Tony, sektor pariwisata Indonesia masih akan tumbuh. Bahkan, Tony memprediksi jumlah wisatawan Indonesia bisa mencapai 40 juta, jauh lebih tinggi dari prediksi Menteri Pariwisata Arief Yahya sebanyak 20 juta.
"Indonesia kan bukan hanya Bali, ada banyak potensi di sini. Banyak tempat yang bisa kita kembangkan, kami ingin tumbuh besar di Indonesia," ucapnya.
Saat ini mayoritas saham Indonesia AirAsia atau 49% dikuasai AirAsia Berhad asal Malaysia. Sisanya sebanyak 20% dimiliki Darmadi Pin Harris, 21% milik Senjaya Wijaya, dan 10% dipegang PT Fersindo Nusaperkasa.
(ang/hds)










































