Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 12.960 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.885 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik 5,82 poin (0,11%) ke level 5.406,62. Indeks bergerak searah dengan Wall Street yang naik tajam hingga di kisaran 1%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG naik 21,950 poin (0,41%) ke level 5.422,753 berkat penguatan di saham-saham unggulan dan lapis dua. Saham-saham konsumer naik cukup tinggi.
Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi beli. Sembilan indeks sektoral berhasil menguat, hanya sektor konstruksi yang melemah.
Mengakhiri perdagangan, Selasa (21/4/2015), IHSG ditutup menanjak 59,770 poin (1,11%) ke level 5.460,573. Sementara Indeks LQ45 ditutup melesat 14,850 poin (1,58%) ke level 951,999.
Β
Dana asing mulai masuk lantai bursa. Transaksi investor asing hingga sore hari ini terpantau melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 153,347 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 230.853 kali dengan volume 6,498 miliar lembar saham senilai Rp 5,585 triliun. Sebanyak 172 saham naik, 117 turun, dan 97 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan dengan kompak di zona hijau. Sentimen positif dari Wall Street semalam memberi dorongan aksi beli.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 274,60 poin (1,40%) ke level 19.909,09.
- Indeks Hang Seng meroket 755,56 poin (2,79%) ke level 27.850,49.
- Indeks Komposit Shanghai melompat 76,55 poin (1,82%) ke level 4.293,62.
- Indeks Straits Times naik 6,82 poin (0,19%) ke level 3.510,07.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.775 ke Rp 53.975, Unilever (UNVR) naik Rp 1.600 ke Rp 40.000, Matahari (LPPF) naik Rp 850 ke Rp 19.000, dan Indocement (INTP) naik Rp 750 ke Rp 23.425.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 2.000 ke Rp 140.000, Bank of India (BSWD) turun Rp 1.140 ke Rp 4.560, Plaza Indonesia (PLIN) turun Rp 980 ke Rp 3.000, dan Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 400 ke Rp 7.500.
(ang/hen)











































