Produksi industri rokok tumbuh 6% dari 74 miliar batang di triwulan I-2014, menjadi 78 miliar batang di periode yang sama tahun ini, seperti dikutip dari bahan paparan publik HM Sampoerna, Rabu (22/4/2015).
Sementara produksi rokok HM Sampoerna sebanyak 27,7 miliar batang di tiga bulan pertama 2015 dengan penjualan bersih Rp 11,93 triliun, naik dari sebelumnya Rp 10,69 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun lalu, emiten berkode HMSP sudah meningkatkan kapasitas pabrik di Karawang dengan nilai investasi Rp 450 miliar. Peningkatan dilakukan untuk produk rokok ekspor.
Sampoerna dan Philip Moris Indonesia (PMID) telah mengekspor produknya ke 43 negara, termasuk negara-negara di wilayah Asia Pasifik dan Eropa. Tahun lalu, nilai ekspor Sampoerna dan PMID mengalami peningkatan 30% dibanding tahun sebelumnya.
Produk-produk yang diekspor antara lain, sigaret kretek mesin (SKM), sigaret putih mesin (SPM), roll your own, dan cigarillo. Total pajak yang disetor Sampoerna ke pemerintah di 2014 mencapai Rp 52 triliun.
(ang/dnl)











































