Pertamina Tetap Bisa Go Public Meski Salurkan Subsidi

Pertamina Tetap Bisa Go Public Meski Salurkan Subsidi

- detikFinance
Kamis, 23 Apr 2015 14:30 WIB
Pertamina Tetap Bisa Go Public Meski Salurkan Subsidi
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai banyak manfaat bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) jika menjual sahamnya ke masyarakat. Perusahaan negara yang strategis seperti PT Pertamina (Persero) juga bisa menggelar penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO).

Pasalnya, BUMN bisa memperkuat permodalan, menggenjot kinerja, hingga mendorong transparansi dengan berstatus perusahaan publik.

Pertamina masih menjadi penyalur subsidi (public service obligation/PSO) penugasan pemerintah. Menurut Direktur Utama BEI Ito Warsito, PSO ini tidak menjadi hambatan bagi Pertamina bisa ingin menjadi perusahaan publik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertamina jangan karena salurkan PSO enggak boleh go public. Apakah itu karena urusan pemerintah yang mana?," kata Direktur Utama BEI Ito Warsito saat diskusi IPO dan Kontribusi Ekonomi BUMN di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Kamis (23/4/2015).

Ito memberi contoh BUMN yang pernah menerima penugasan menyalurkan PSO namun berhasil go public.

"Waktu Telkom go public tahun 95, dia ada beban PSO yang melekat di perusahaan. Saham tetap laku," jelasnya.

Investor di pasar modal, kata Ito, tidak memandang apakah perusahaan tersebut menyalurkan PSO dan mayoritas dimiliki negara. Investor lebih melihat apakah perusahaan tersebut memiliki prospek atau tidak ke depan.

"Telkom walaupun saat itu salurkan PSO saat go public tapi dia tetap laku. Investor global memandang, dia perusahaan akan tumbuh atau tidak," jelasnya.

Justru Ito menyindir penilaian bahwa BUMN strategis tidak boleh IPO. BUMN non listing selama ini susah berkembang karena dipersulit mencari modal di luar seperti pasar modal namun di lain sisi pemerintah tidak bersedia menyuntik tambahan modal.

"Saya sedih, seperti Pegadaian. Dia berubah dari Perum jadi PT supaya bisa go public. Itu panjang prosesnya tapi setelah jadi PT dia ditolak karena alasan kepentingan rakyat kecil. BRI walau IPO, dari dulu sampai sekarang misinya beri pinjaman ke usaha mikro, kecil dan menengah," jelasnya.

(feb/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads