Sesuai kesepakatan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar hari ini, Adaro akan membagi dividen final US$ 75,49 juta (Rp 981 miliar).
Dividen final tersebut termasuk dividen tunai interim US$ 30,07 juta yang dibayarkan pada 16 Januari 2015 lalu, dan sisanya US$ 45,42 juta akan dibagikan sebagai dividen tunai final.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Situasi makro tahun lalu masih sulit dengan harga batu bara yang masih tertekan akibat kelebihan pasokan dan kapasitas di pasar. Kami memperkirakan kondisi pasar masih akan menantang di tahun 2015," ujar Presiden Direktur Adaro Energy, Garibaldi Thohir, dalam siaran pers, Kamis (23/5/2015).
"Kami tetap berada pada jalur yang tepat untuk menciptakan nilai maksimum dari batu bara Indonesia, termasuk membayar dividen tunai dan membantu membangun negara," jelasnya.
Pada RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui seluruh agenda RUPST termasuk laporan tahunan tahun buku 2014 dan memberikan pengesahan laporan keuangan konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2014.
Pemegang saham juga menyetujui penggunaan laba perusahaan tahun 2014 yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 178,16 juta. Sebesar US$ 1,78 juta digunakan untuk penyisihan cadangan dan US$ 100,89 juta untuk laba ditahan.
(ang/hds)











































