Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 12.950 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.910 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka naik tipis 4,59 poin (0,08%) ke level 5.441,71. IHSG dan bursa saham regional bergerak searah dengan Wall Street yang ditutup di 'jalur hijau'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG naik tipis 5,203 poin (0,10%) ke level 5.442,322. Aksi beli investor domestik memberi sentimen positif.
Saham-saham konsumer naik tinggi berkat aksi beli investor domestik. Sayangnya tidak semua sektor bisa menguat, ada enam sektor yang terkena aksi ambil untung.
Mengakhiri perdagangan, Kamis (23/4/2015), IHSG ditutup menipis 0,910 poin (0,02%) ke level 5.436,209. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik tipis 0,781 poin (0,08%) ke level 948,842.
Dana asing kembali hengkang dari lantai bursa. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 755,884 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 201.878 kali dengan volume 7,319 miliar lembar saham senilai Rp 6,045 triliun. Sebanyak 127 saham naik, 160 turun, dan 104 saham stagnan.
Bursa Asia tak lagi kompak menguat sore ini, setelah pasar saham Hong Kong jatuh ke zona merah. Sentimen positif datang dari harapan pelaku pasar atas stimulus yang akan diberikan pemerintah China.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 53,75 poin (0,27%) ke level 20.187,65.
- Indeks Hang Seng turun 106,15 poin (0,38%) ke level 27.827,70.
- Indeks Komposit Shanghai menguat 16,01 poin (0,36%) ke level 4.414,51.
- Indeks Straits Times bertambah 6,00 poin (0,17%) ke level 3.502,24.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bank of India (BSWD) turun Rp 1.120 ke Rp 4.480, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 825 ke Rp 14.575, Multi Bintang (MLBI) turun Rp 500 ke Rp 9.600, dan Matahari (LPPF) turun Rp 500 ke Rp 18.200.
(ang/hds)











































