Broker Ini Prediksi IHSG Tembus 5.800

Broker Ini Prediksi IHSG Tembus 5.800

- detikFinance
Kamis, 23 Apr 2015 18:05 WIB
Broker Ini Prediksi IHSG Tembus 5.800
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan bergerak positif dalam beberapa waktu ke depan. Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang masih dalam rentang stabil di level Rp 12.913, mampu menarik investor asing masuk ke bursa saham Indonesia.

Head of Equity Research Mandiri Sekuritas John Rachmat mengungkapkan, IHSG diperkirakan bisa menembus level 5.800 mengekor pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Rupiah April 2015 di Rp 12.913, ini cukup tenang untuk investor asing. Selain itu, AS stabil maka investor lebih confident ke saham," ujar dia saat paparan outlook & report terbaru market 2015, di Plaza Bapindo, Jakarta, Kamis (23/4/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menjelaskan, IHSG memang akan terus berfluktuasi. Di bulan Juli atau Agustus, IHSG akan berada di posisi rally terlebih dahulu di level 5.800 dan kemudian akan diikuti dengan koreksi, tutup tahun diperkirakan di angka 5.450.

"Kenapa saya berpikir masih akan rally, kemudian yang kedua kenapa kita berpikir masih akan koreksi. Kenapa rally karena proyeksinya asing masih akan masuk," katanya.

Sementara soal prediksi koreksi, John menjelaskan, Desember tahun lalu itu sebetulnya dunia sudah sempat ketakutan soal Fed Fund Rate. Tanggal 5 Desember 2014, salah satu anggota FOMC rapat dan membahas soal kenaikan suku bunga.

"Sebetulnya statement-nya sangat netral. Tapi pernyataan netralnya sudah cukup membuat seluruh dunia ketakutan," ucap dia.

Jadi, John melanjutkan, selama Desember 2014 itu Indonesia menderita capital outflow yang sangat besar hingga mencapai US$ 2,5 miliar.

"Nah, setelah FOMC-nya ini terjadi pertengahan Desember ternyata keputusan FOMC itu tidak menakutkan, jadi investornya tenang kembali," ucapnya.

Berlanjut di Januari 2015, ada inflow besar mencapai US$ 3,4 miliar, kemudian diikuti inflow equity di Februari 2014.

"Jadi Januari-Februari kita agak sempat rally dulu market-nya. Tapi kemudian Maret takut lagi. Jadi kita secara berkala takut-takut gitu. Dan sekarang tenang lagi. Nah, selama bulan Maret waktu kita ketakutan Fed Rate lagi, itu outflow US$ 700 juta baik bonds maupun equity. Jadi itulah, saat ini dari Maret sampai April, dan kita lagi goyang-goyang karena masalah ketakutan soal Fed Fund Rate. Saya mengharap asing yang bantu kita naik," jelas John.

(drk/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads