Permintaan Industri Tinggi, Marketing Sales Jababeka Tumbuh 60%

Permintaan Industri Tinggi, Marketing Sales Jababeka Tumbuh 60%

- detikFinance
Kamis, 23 Apr 2015 18:44 WIB
Permintaan Industri Tinggi, Marketing Sales Jababeka Tumbuh 60%
Jakarta - Pada tiga bulan pertama tahun 2015, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) mencatatkan perbaikan kinerja yang cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya. Perusahaan mampu membukukan marketing sales sebesar Rp 300 miliar atau tumbuh 60,42% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 187 miliar.

Kenaikan ini cukup fantastis mengingat tahun sebelumnya di periode yang sama Jababeka mencatat penurunan marketing salas sebesar 6,5% dari Rp 200 miliar di kuartal I-2013 menjadi Rp 187 miliar di kuartal I-2014.

Prestasi ini, lanjut dia, tak lepas dari semakin bergarirahnya pembangunan industri-industri baru di tanah air yang membutuhkan lahan-lahan baru terintegrasi berupa kawasan industri seperti Jababeka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sampai kuartal pertama Rp 300 miliar. Dari jumlah tersebut, mayoritas kami peroleh dari kawasan industri," ungkap Sekretaris Perusahaan KIJA Muljadi Suganda di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (23/4/2015). โ€Ž

Seperti diketahui, Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus berupaya meningkatkan gairah industri di tanah air. Sejumlah terobosan dari mulai percepatan pembangunan infrastruktur, permudahan, sampai penyederhanaan perizinan mendorong minat berdirinya industri-industri baru di tanah air.

Dengan kondisi seperti saat ini, perusahaan percaya diri mampu membukukan pendapatan sebesar Rp 3 triliun. Target tersebut meningkat sekitar 10% dibandingkan dengan pendapatan perseroan pada tahun lalu sebesar Rp 2,7 triliun.

"Target tahun ini naik sekitar 10%. Tahun lalu Rp 2,7 triliun, tahun ini diharapkan bisa capai Rp 3 triliun," ujarnya.

Sementara itu, Perseroan juga memiliki target untuk perolehan pendapatan di lini bisnis infrastrukturnya, seperti dari bisnis power plant, dry port dapat mencapai Rp 1,6 triliun.

"Jadi dari Rp 3 triliun itu, sekitar Rp 1,6 triliun akan diperoleh dari bisnis infrastruktur seperti power plant dan dry port. Sisanya dari properti," terangnya.

Adapun di tahun 2014 perusahaan yang sahamnya diperdagangkan dengan kode KIJA ini mencatat total penjualan dan pendapatan sebesar Rp 2,79 triliun naik tipis dibandingkan dengan perolehan tahun 2013 yang sebesar Rp 2,74 triliun.

Sementara laba bersih sebesar Rp 405 miliar meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 110 โ€Žmiliar.

(dna/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads