Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 15,58 poin (0,2%) ke 5.451,77. Indeks terkena imbas penguatan Wall Street dan bursa regional.
Indeks hanya mampu naik tinggi di awal perdagangan saja. Setelah sampai ke titik tertingginya di 5.464, Indeks langsung melambat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investor asing melepas saham-saham bank kelas berat. Imbasnya, sektor finansial jatuh cukup dalam, ditemani sektor agrikultur dan pertambang.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 87.855 kali dengan volume 2,404 miliar lembar saham senilai Rp 2,599 triliun. Sebanyak 125 saham naik, 123 turun, dan 87 saham stagnan.
Bursa-bursa regional yang pagi tadi menguat kini mulai melemah, hanya bursa Singapura yang masih positif. Sentimen penguatan Wall Street semalam tidak diserap dengan baik oleh pelaku pasar Asia.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 120,77 poin (0,60%) ke level 20.066,88.
- Indeks Hang Seng turun 191,75 poin (0,69%) ke level 27.635,95.
- Indeks Komposit Shanghai anjlok 77,75 poin (1,76%) ke level 4.336,76.
- Indeks Straits Times naik tipis 2,31 poin (0,07%) ke level 3.505,06.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bank of India (BSWD) turun Rp 1.120 ke Rp 3.360, Inti Agri (IIKP) turun Rp 645 ke Rp 2.350, Tower Bersama (TBIG) turun Rp 150 ke Rp 9.250, dan AKR (AKRA) turun Rp 150 ke Rp 5.250.
(ang/hds)











































