Terhambat Aksi Jual Asing, IHSG Stagnan

Sesi I

Terhambat Aksi Jual Asing, IHSG Stagnan

- detikFinance
Jumat, 24 Apr 2015 11:47 WIB
Terhambat Aksi Jual Asing, IHSG Stagnan
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat naik tinggi di awal perdagangan. Aksi jual investor asing menghambat penguatan IHSG sehingga siang ini stagnan.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 15,58 poin (0,2%) ke 5.451,77. Indeks terkena imbas penguatan Wall Street dan bursa regional.

Indeks hanya mampu naik tinggi di awal perdagangan saja. Setelah sampai ke titik tertingginya di 5.464, Indeks langsung melambat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Sesi I, Jumat (24/4/2015), IHSG menguat tipis 1,187 poin (0,02%) ke level 5.437,396. Sementara Indeks LQ45 naik tipis 1,508 poin (0,16%) ke level 950

Investor asing melepas saham-saham bank kelas berat. Imbasnya, sektor finansial jatuh cukup dalam, ditemani sektor agrikultur dan pertambang.

Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 87.855 kali dengan volume 2,404 miliar lembar saham senilai Rp 2,599 triliun. Sebanyak 125 saham naik, 123 turun, dan 87 saham stagnan.

Bursa-bursa regional yang pagi tadi menguat kini mulai melemah, hanya bursa Singapura yang masih positif. Sentimen penguatan Wall Street semalam tidak diserap dengan baik oleh pelaku pasar Asia.

Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melemah 120,77 poin (0,60%) ke level 20.066,88.
  • Indeks Hang Seng turun 191,75 poin (0,69%) ke level 27.635,95.
  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 77,75 poin (1,76%) ke level 4.336,76.
  • Indeks Straits Times naik tipis 2,31 poin (0,07%) ke level 3.505,06.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Unilever (UNVR) naik Rp 800 ke Rp 42.550, Lionmesh (LMSH) naik Rp 675 ke Rp 8.550, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 575 ke Rp 53.675, dan Solusi Tunas (SUPR) naik Rp 350 ke Rp 11.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bank of India (BSWD) turun Rp 1.120 ke Rp 3.360, Inti Agri (IIKP) turun Rp 645 ke Rp 2.350, Tower Bersama (TBIG) turun Rp 150 ke Rp 9.250, dan AKR (AKRA) turun Rp 150 ke Rp 5.250.

(ang/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads