"Kalau dihitung per lembar saham, maka dividen yang dibagikan akan menjadi Rp 11 per lembar. Karena, jumlah lembar saham 9 miliar lebih. Kapan pembagiannya, tidak boleh melebihi sejak 2 bulan setelah RUPS," tutur Direktur Keuangan Waskita, Tunggul Rajagukguk, usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Kantor Waskita, Jakarta, Jumat (24/4/2015).
Tunggul mengakui, porsi dividen ini memang tidak terlalu besar ketimbang capaian laba yang diperoleh perusahaan. Hal ini dikarena BUMN konstruksi ini butuh pendanaan besar, untuk sejumlah proyek pembangunan, termasuk program infrastruktur pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Operasi I Desi Arryani mengatakan, hingga Maret 2015 perusahaan telah mencatat kontrak baru dengan nilai mencapai Rp 2,56 triliun. "Sebanyak 40% masih datang dari pemerintah, 30% dari BUMN, seperti akses bandara Soekarno-Hatta dan lain-lain. Baru sisanya sekitar 20%-an dari pihak swasta," terang dia.
(dna/dnl)











































