Direktur Keuangan Waskita Karya Tunggul Rajagukguk mengatakan proses yang berlangsung saat ini adalah tahap conditional sale and purchase agreement/CSPA atau perjanjian jual beli saham bersyarat dengan PT Thiess Contractors asal Australia selaku pemegang 80% saham tol ini.
Proses tersebut diharapkan bisa tuntas akhir April 2015 ini. "Saat ini masih CSPA, finalnya akhir bulan ini bisa tuntas," katanya usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan di Kantor Pusat Waskita, Jakarta, Jumat (24/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia tak merinci berapa besar biaya yang dibutuhkan untuk memuluskan proses penambahan saham tersebut. Namun kebutuhan dana akan dipenuhi dari dana penerbitan saham baru alias Rights Issue dengan total target penerimaan Rp 5,3 triliun. Teridi dari saham yang diserap pemerintah sebesar Rp 3,5 triliun dan diserap masyarakat sebesar Rp 1,8 triliun.
Right Issue rencananya akan digelar pada bulan Juni 2015. "Dana belum bisa kita sebutkan. Tapi kalau bicara ketersediaan, kamu punya cukup. Itu dari PMN (Penyertaan Modal Negara) yang masuk lewat Rights Issue Rp 3,5 triliun dan porsi masyarakat Rp 1,8 triliun," tuturnya.
Ruas jalan tol ini dirancang untuk bisa menampung lalu lintas harian sebanyak 62.953 kendaraan dengan tarif sebesar Rp 840 per km. Masa konsesi untuk tol ini adalah 35 tahun dengan target operasi perdana pada 2018 mendatang.
(dna/hen)











































