Hingga pukul 14.43 JATS, IHSG berada di posisi 5.237,724, turun 197,631 poin (3,64%).
Analis Investa Sarana Mandiri Kiswoyo Adi Joe mengatakan, kinerja emiten tidak sesuai dengan ekspektasi para analis. Ini menjadi sentimen negatif bagi pasar saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping itu, Kiswoyo menjelaskan, para pelaku pasar masih akan menunggu pengumuman data-data ekonomi yang akan dirilis dalam beberapa waktu ke depan.
Pertumbuhan ekonomi kuartal I-2015 diperkirakan akan berada di level 5,1-5,2%. Sektor UMKM dinilai akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Seberapa besar pengaruhnya, kita lihat nanti data-data ekonomi yang akan dirilis," katanya.
Dihubungi terpisah, Analis PT NH Korindo Securities Reza Priyambada menambahkan, memang laporan keuangan para emiten di kuartal I-2015 di bawah banyak perkiraan analis. Meskipun tidak semuanya turun, namun secara rata-rata tercatat menurun.
Penurunan ini akan mendorong perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia jauh lebih rendah, hanya berkisar 4,75-4,95% di kuartal I-2015.
"Laporan keuangan pada turun, tidak sesuai ekspektasi. Kayak AALI, BMRI, TINS. Jadi pasar drop. Jadi tinggal menunggu outlook data ekonomi," kata dia.
Reza menjelaskan, penurunan pertumbuhan ekonomi ini dipengaruhi penurunan daya beli masyarakat akibat kenaikan harga-harga barang. Di samping itu, belanja pemerintah juga masih minim.
"Kalau kita lihat di kuartal pertama ini belanja pemerintah belum naik signifikan, belum terlihat yang sifatnya ke pertumbuhan ekonomi, kebanyakan konsumtif misalnya nambah kendaraan, nambah gaji pegawai tapi ke pembangunan belum," jelas dia.
Namun begitu, penurunan IHSG ini bersifat sementara. Pelaku pasar akan kembali memanfaatkan posisi beli saat pasar sedang turun. "Sifatnya sementara, tidak akan berkepanjangan, ketika drop pasti akan dimanfaatkan pelaku pasar untuk bisa masuk lagi," katanya.
Sebagai informasi, Bank Mandiri (BMRI) membukukan laba bersih di kuartal I-2015 naik 4,3% menjadi Rp 5,1 triliun. Sementara di kuartal I-2015 laba bersih Bank Mandiri tercatat naik 14,5% menjadi Rp 4,9 triliun.
Sementara PT Timah Tbk (TINS) pada kuartal I-2015 tercatat rugi bersih Rp 19,1 miliar. Padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya membukukan laba bersih Rp 95,02 miliar.
Sedangkan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) pada kuartal I-2015 labanya tercatat anjlok 80% menjadi Rp 156,09 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 784,6 miliar.
(drk/dnl)











































