Dolar Sempat 'Loncat' ke Rp 13.000, Ini Penjelasan BI

Dolar Sempat 'Loncat' ke Rp 13.000, Ini Penjelasan BI

- detikFinance
Selasa, 28 Apr 2015 17:50 WIB
Dolar Sempat Loncat ke Rp 13.000, Ini Penjelasan BI
Jakarta - Siang ini, dolar AS sempat lompat menembus Rp 13.000, tepatnya hingga Rp 13.018. Meskipun pada akhirnya, dolar mereda di Rp 12.962. Bank Indonesia (BI) punya penjelasan terhadap situasi ini.

Direktur Kebijakan Ekonomi Moneter BI, Solihin M. Juhro mengatakan, kondisi arus modal di dunia sudah berubah. Dulu pasca krisis 2008, bank sentral AS yaitu The Fed memberikan stimulus likuiditas yang membuat banyak dolar lari dari AS ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Sekarang AS bangkit, siklusnya seperti itu, jadi kondisi pasar keuangan ketidakpastian masih tinggi. Itu kenapa orang lebih memegang dolar, jadi global itu mempengaruhi, semua (mata uang) depresiasi (melemah)," kata Solihin di Gedung BI, Jakarta, Selasa (28/4/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, pihak AS juga tidak mau dolar terlalu kuat, karena ini bisa mengganggu daya saing ekspor komoditasnya.

Solihin mengatakan, persepsi akan naiknya suku bunga acuan The Fed juga membuat arus dolar kembali ke AS. Kondisi ini membuat adanya perubahan keseimbangan di pasar keuangan global. Rabu besok, The Fed direncanakan rapat yang dispekulasikan bakal mengumumkan kebijakan soal suku bunga.

"BI menjaga stabilitas nilai tukar di fundamentalnya. Tidak mungkin depresiasi terus dikelola karena akan ganggu sektor keuangan. Itu sentimen globalnya itu lebih kuat," jelas Solihin.

(dnl/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads