Direktur Kebijakan Ekonomi Moneter BI, Solihin M. Juhro mengatakan, kondisi arus modal di dunia sudah berubah. Dulu pasca krisis 2008, bank sentral AS yaitu The Fed memberikan stimulus likuiditas yang membuat banyak dolar lari dari AS ke negara berkembang, termasuk Indonesia.
"Sekarang AS bangkit, siklusnya seperti itu, jadi kondisi pasar keuangan ketidakpastian masih tinggi. Itu kenapa orang lebih memegang dolar, jadi global itu mempengaruhi, semua (mata uang) depresiasi (melemah)," kata Solihin di Gedung BI, Jakarta, Selasa (28/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Solihin mengatakan, persepsi akan naiknya suku bunga acuan The Fed juga membuat arus dolar kembali ke AS. Kondisi ini membuat adanya perubahan keseimbangan di pasar keuangan global. Rabu besok, The Fed direncanakan rapat yang dispekulasikan bakal mengumumkan kebijakan soal suku bunga.
"BI menjaga stabilitas nilai tukar di fundamentalnya. Tidak mungkin depresiasi terus dikelola karena akan ganggu sektor keuangan. Itu sentimen globalnya itu lebih kuat," jelas Solihin.
(dnl/hen)











































