Kinerja para emiten banyak yang anjlok. Investor harus selektif memilih saham. Apa saja saham-saham yang harus dihindari di tengah pelemahan perekonomian Indonesia?
Head of Research Mandiri Sekuritas, John Rachmat menyebutkan, saham-saham konstruksi, otomotif, pertambangan, perkebunan, dan peternakan dinilai masih akan lesu di tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya sektor-sektor itu perlu dihindari saat ini. Pertambangan, perkebunan lagi nggak bagus, harga komoditas lagi turun. Otomotif juga lesu. Infrastruktur, pemerintah belum serius," kata dia kepada detikFinance, Kamis (30/4/2015).
John mencermati, dalam 3 hari terakhir, beberapa saham dalam tren menurun. Angka penurunannya rata-rata di atas 10%.
"Wika Beton, WIKA, Bank Danamon, ASII, AALI, BSDE,Pakuwon Jati, CPIN, PGAS, SCMA, rata-rata turun di atas 10%," sebut dia.
John mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang tengah melambat juga menyumbang pelemahan saham-saham tersebut.
"Kuartal satu memang earning performance (kinerja keuangan) lagi jelek, jadi perlu ada reformasi dari pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, masa reformasi pemerintahan di mata investor sekarang sudah pudar," katanya.
(drk/dnl)











































