Dalam laporan keuangan Antam yang dikutip, Sabtu (2/5/2015), beban usaha Antam kuartal I-2105 memang naik menjadi Rp 201,18 miliar, dari periode yang sama tahun lalu Rp 140,019 miliar.
Padahal sepanjang periode itu, volume produksi feronikel dan emas Antam naik, masing-masing 36% dan 6% dibandingkan periode yangsama di 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan adanya peningkatan volume penjualan emas, Antam mampu mencatat laba kotor dan laba usaha di kuartal I-2015. Di 2015, kami menargetkan peningkatan penjualan feronikel dan emas, selain tetap melakukan efisiensi yang agresif. Saat ini kami juga berkomitmen melanjutkan proyek-proyek pertumbuhan dengan tetap memperhatikan kondisi finansial perusahaan," ujar Direktur Utama Antam, Tedy Badrujaman.
Antam saat ini juga masih melanjutkan persiapaan pelaksanaan rights issue untuk mendanai proyek feronikel Halmahera Timur dan proyek Anode Slime. Antam juga tetap berkomitmen untuk melaksanakan dan tidak membatalkan rencana proyek-proyek pertumbuhan lainnya, seperti proyek smelter grade alumina Mempawah proyek nickel pig iron & stainless steel, dan proyek nickel mixed hydroxide.
Sepanjang kuartal I-2015, Antam melakukan penghematan Rp 3,6 miliar dari efisiensi penggunaan bahan-bahan untuk operasinal unit bisnis, serta negosiasi kontrak dengan pihak ketiga.
(dnl/dnl)











































