Sepanjang kuartal I-2105, atau Januari-Maret 2015, laba bersih Adaro turun 55% menjadi US$ 59 juta, dari periode yang sama tahun sebelumnya, US$ 132 juta.
Dalam keterangan Adaro yang dikutip, Sabtu (2/5/2015), pendapatan usaha bersih Adaro turun 16% menjadi US$ 711 juta, dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 845 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang akrab disapa Boy Thohir ini mengatakan, pasar batu bara diperkirakan masih akan sulit sepanjang 2015 ini. Namun dia yakin, dalam jangka panjang, bisnis batu bara dan energu tetap kuat.
Di tengah harga batu bara yang rendah ini, Boy mengatakan, Adaro akan fokus menjaga modal, melakukan efisienai, dan mengurangi utang.
"Strategi yang diambil untuk mengembangkan bisnis non pertambangan batu bara telah membantu untuk bertahan dalam kondisi pasar batu bara yang masih lemah. Kondisi sulit ini semakin memotivasi kami untuk mengembangan bisnis non pertambangan batu bara, serta meningkatkan kontribusinya terhadap perusahaan," papar Boy.
(dnl/dnl)











































