Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang cukup keras dalam satu pekan terakhir. Indeks anjlok hingga 348,9 poin dalam empat hari perdagangan terakhir.
Managing Partner PT Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe, mengatakan volume perdagangan dalam 20 hari terakhir relatif kecil sehingga mengindikasikan adanya konsolidasi.
"IHSG telah bergerak naik dalam tren jangka panjang tetapi di jangka menengah terjadi penembusan tren naik berubah jadi tren turun," kata Joe dalam risetnya, Minggu (3/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal ini memberikan peluang rebound di jangka pendek," jelasnya.
Sementara aliran dana asing, kata dia, masih diprediksi mengalir ke luar. Menurutnya, dalam sepekan ke depan IHSG akan bergerak dalam support 5.000 sampai 4.900 dengan resisten di 5.150 sampai 5.250.
"IHSG minggu ini berpeluang konsolidasi menguat di jangka pendek. Masih cenderung BOW (buy on weakness) ketika terjadi pelemahan," ujarnya.
(ang/mkl)










































