Baru Relisting, Mitra Energi akan Tambah Saham Publik

Baru Relisting, Mitra Energi akan Tambah Saham Publik

- detikFinance
Senin, 04 Mei 2015 14:21 WIB
Baru Relisting, Mitra Energi akan Tambah Saham Publik
Jakarta - Untuk meningkatkan likuiditas di pasar modal, distributor gas PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI) bakal menambah kepemilikan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) di tahun 2016 mendatang. Saat ini, saham publik yang ada di KOPI hanya mencapai 11,56%.

"Saham publik saat ini 11,56%. Akan kita rencanakan di awal atau akhir tahun 2016. Tahun 2015 ini fondasi akan diperkuat," kata Direktur Utama Mitra Energi Ivo Wongkaren saat konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Senin (4/5/2015).

Ivo mengatakan, penambahan jumlah saham publik ini akan dilakukan melalui beberapa opsi, di antaranya melalui mekanisme Initial Public Offering (IPO). Menurutnya, IPO dinilai lebih transparan dan murah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ada beberapa option, yang penting akan tingkatkan saham publik, ke bursa akan lebih murah,” katanya.

Lebih jauh Ivo menjlaskan, sebelum melakukan penambahan saham publik, perseroan bakal fokus untuk memperbaiki kinerja dan mengembangkan bisnis di sektor gas di tahun ini. Perseroan membidik kenaikan laba bersih di tahun ini mencapai Rp 30 miliar. Sepanjang 2014, laba bersih perseroan sebesar Rp 15,05 miliar atau naik 314% dari Rp 3,63 miliar di tahun 2013.

“Akan kita lakukan corporate action, melihat kemampuan perusahaan, pasokan gas akan ditingkatkan, untuk proyek-proyek yang lebih besar. Marjin laba komprehensif 10,19% dari 3,10%. Target tahun ini bisa 25%,” jelas dia.

Perseroan didirikan pertama kali pada tanggal 24 Februari 1981 dengan nama PT Adwitiya Alembana yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang periklanan. Kemudian pada tanggal 13 Maret 2000, nama perseroan diganti menjadi PT Kopitime Dot Com Tbk. Tahun 2001, perseroan melakukan penawaran umum perdana saham kepada masyarakat dan resmi tercatat di Bursa Efek Jakarta sejak 23 April 2001.

Pada tanggal 13 April 2005, perseroan melakukan perubahan kegiatan usaha utamanya menjadi perusahaan investasi dan mengubah nama perseroan menjadi PT Korpora Persada Investama Tbk.

Selanjutnya pada tanggal 7 Februari 2007, perseroan didepak secara paksa dari bursa. Di tahun 2008, perseroan mengubah nama menjadi PT Mitra Energi Persada dan mengubah kegiatan usaha utama menjadi bidang niaga, penyaluran minyak dan gas bumi, pembangunan pembangkit listrik, penambangan batu bara, dan jasa terkait melalui anak usahanya yang beroperasi hingga saat ini.

Perseroan juga melakukan kuasi reorganisasi dan perubahan nilai nominal di tahun 2010 dalam rangka upaya penyehatan posisi keuangan perseroan.

Di tahun 2014, perseroan kembali melakukn perubahan nilai nominal saham dalam rangka pemenuhan salah satu persyaratan untuk mengajukan rencana relisting (pencatatan kembali) saham di BEI. Pada tahun yang sama, perseroan mengalami perubahan pemegang saham pengendali.

Hingga saat ini, perseroan fokus melakukan kegiatan penyediaan fasilitas dan infrastruktur terutama di sektor energi gas yang dilakukan melalui anak usahanya.

“Sejak pertengahan 2014, kami sudah menghapus bisnis di batu bara. Batu bara sekarang harganya turun dan cost-nya terlalu besar,” kata Ivo.

(drk/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads