Menurut Corporate Secretary WIKA, Suradi, capaian kinerja tersebut salah satunya dipengaruhi oleh perlambatan aktivitas ekonomi Indonesia yang terasa pada triwulan I-2015.
"Namun, WIKA tetap optimistis dapat mencapai target karena komposisi perolehan kontrak baru WIKA tahun 2015 ditargetkan terbesar dari pemerintah sebesar 52,02% kemudian BUMN 22,17% dan swasta 25,21%," ujarnya dalam siaran pers, Senin (4/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun ini BUMN karya tersebut membidik penjualan (termasuk penjualan proyek KSO) sebesar Rp 21,43 triliun atau naik 24,23% dari realisasi penjualan 2014 sebesar Rp 17,25 triliun.
Sementara itu, laba bersih (laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk) 2015 ditargetkan dapat diperoleh Rp 764,52 miliar atau naik 24,28% dari realisasi 2014 sebesar Rp 615,18 miliar.
Kontrak Baru Hingga April 2015
Pencapaian kontrak baru WIKA hingga April 2015 mencapai Rp 5,12 triliun atau 16,18% dari target kontrak baru 2015 sebesar Rp 31,64 triliun.
WIKA menargetkan pada tahun 2015 akan memperoleh total kontrak dihadapi sebesar Rp 54,39 triliun yang terdiri dari dari target kontrak baru 2015 sebesar Rp 31,64 triliun, dan carry over dari 2014 sebesar Rp 22,75 triliun.
Beberapa proyek yang telah diperoleh hingga April 2015, antara lain:
- Proyek Bendungan Pasellorang Sulawesi Selatan Rp 463 miliar
- Proyek New Priok Container Terminal Jakarta Rp 181,5 miliar
- Proyek Bendungan Kreuretok Aceh Rp 403 miliar
- Proyek Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Tahap I Rp 355 miliar
- Proyek Jalan Layang Non Tol (JLNT) Ciledug Rp 351 miliar
- Proyek Oe-Cusse Airport Timor Leste US$ 92 juta
- Proyek Funtasy Island di Pulau Manis Batam Rp 161 miliar
- Proyek Pembangunan Konstruksi Runway Bandara Baru Samarinda Rp 124,20 miliar











































