Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 12.995 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 12.930 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 6,909 poin (0,14%) ke level 5.093,334. Indeks sudah mengalami koreksi tajam dalam satu pekan kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG melonjak 63,536 poin (1,25%) ke level 5.149,961 didorong penguatan saham-saham unggulan. Investor ramai-ramai berburu saham yang sudah harganya sudah anjlok
Saham-saham unggulan yang harganya sudah jatuh jadi incaran investor. Indeks sempat melesat ke posisi tertingginya hari ini di 5.171,087.
Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (4/5/2015), IHSG tumbuh 54,712 poin (1,08%) ke level 5.141,137. Sementara Indeks LQ45 menanjak 15,581 poin (1,79%) ke level 885,021.
Investor asing mulai berburu saham, tapi sayang dana asing masih mengalir keluar lantai bursa. Transaksi investor asing hingga sore hari ini melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 18,899 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 268.126 kali dengan volume 5,47 miliar lembar saham senilai Rp 6,686 triliun. Sebanyak 135 saham naik, 157 turun, dan 84 saham stagnan.
Rata-rata bursa di Asia menutup perdagangan sore hari ini di zona merah. Beberapa ada yang masih libur menyambut Hari Buruh, seperti pasar saham Jepang.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:
- Indeks Hang Seng menipis 9,18 poin (0,03%) ke level 28.123,82.
- Indeks Komposit Shanghai naik 38,81 poin (0,87%) ke level 4.480,46.
- Indeks Straits Times turun 9,20 poin (0,26%) ke level 3.478,19.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Merck (MERK) naik Rp 2.500 ke Rp 145.000, Indocement (INTP) naik Rp 1.800 ke Rp 22.800, Siloam (SILO) naik Rp 900 ke Rp 15.100, dan Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 475 ke Rp 8.100.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Djakarta (DLTA) turun Rp 3.400 ke Rp 280.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.000 ke Rp 49.000, Samudera Indonesia (SMDR) turun Rp 500 ke Rp 9.975, dan Citra Tubindo (CTBN) turun Rp 300 ke Rp 5.900.
(ang/dnl)











































