Deposito dan reksa dana pendapatan tetap dinilai bisa jadi pilihan investasi saat kinerja saham sedang merosot.
Head of Corsec & Business Support Mandiri Investasi Mauldy R Makmur menyebutkan, βrata-rata imbal hasil deposito saat ini mencapai 6-7% dalam setahun. Meskipun angka ini tidak lebih dari inflasi, tapi penempatan di deposito dinilai masih aman karena dana tidak termakan inflasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Paling tidak deposito bisa jadi dana parkir sementara," ujar dia kepada detikFinance, Selasa (5/5/2015).
Ia mengatakan, dalam rentang periode 30 Desember 2014 hingga 30 April 2015, dari 122 produk reksa dana tetap, hanya 6 produk yang mencatatkan kinerja negatif, sisanya masih mencatatkan keuntungan.
Keenam produk tersebut yaitu Bahana Income Bond Fund -0,05%β, CIMB Principal Income Fund A -1,51%, Kharisma Kapital Prima -0,22%, Maybank GMT Dana Kencana -0,19%, Prospera Obligasi Plus -1,45%, dan Schroder IDR Bond Fund II -0,96%.
Menurutnya, produk reksa dana tetap yang mencetak keuntungan terbesar dalam 4 bulan terakhir adalah BNI-AM Dana Pendapatan Tetap yang mencapai return 10,28%.
Disusul Batavia Dana Obligasi Cemerlang 7,34%, dan Makara Prima 7,02%.β Sisanya rata-rata mencatat imbal hasil 1-4% dalam 4 bulan terakhir.
(drk/ang)











































