Menurut Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo, pelaku pasar berharap ekonomi Indonesia bisa tumbuh di atas 5%, sehingga dengan adanya perlambatan ini aksi jual saham bisa terjadi.
"Kalau pertumbuhan ekonomi di atas 4,59% ada harapan modal asing masuk, kalau di bawah itu dikhawatirkan pemodal asing keluar, IHSG rawan koreksi di bawah 5.000," ujarnya kepada detikFinance, Selasa (5/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelemahan yang terjadi atas IHSG ini memang tidak terlalu dalam dan tidak berlangsung lama. Penguatan saham-saham bank berkapitalisasi besar bisa membawa IHSG balik ke zona hijau.
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG menguat 12,016 poin (0,23%) ke level 5.153,153. Dana asing terpantau masih masuk ke pasar modal berkat aksi beli investor asing sejak pagi tadi.
"Kalau pasar terus jeblok, pilihan investor ya menunggu reshuffle kabinet atau menunggu stimulus ekonomi," ujarnya.
Selain IHSG, nilai tukar rupiah juga ikut anjlok merespons lambatnya pertumbuhan ekonomi RI tersebut. Lihat grafik anjlok IHSG di sini, dan grafik rupiah di sini.
(ang/rrd)











































