Terganjal Perlambatan Ekonomi, IHSG Hanya Naik 19 Poin

Terganjal Perlambatan Ekonomi, IHSG Hanya Naik 19 Poin

- detikFinance
Selasa, 05 Mei 2015 16:27 WIB
Terganjal Perlambatan Ekonomi, IHSG Hanya Naik 19 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya mampu naik 19 poin setelah sempat jatuh gara-gara melambatnya ekonomi RI. Investor asing masih berani simpan dana di pasar modal.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 13.045. per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 12.995 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 12,623 poin (0,25%) ke level 5.153,760 melanjutkan penguatan kemarin. Investor menanti laporan data pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I-2015.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Investor asing mulai berani berburu saham lagi setelah kemarin-kemarin menarik dananya dari pasar modal. Saham-saham unggulan berpotensi menguat tinggi.

Penguatan Indeks langsung terhambat oleh laporan Badan Pusat Statistik (BPS) soal pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan I-2015 yang hanya 4,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 5,2%.

Indeks yang sempat naik hingga ke titik tertingginya hari ini di 5.202 langsung terjun bebas ke zona merah. Indeks menyentuh titik terendahnya hari ini di 5.130,638.

Pada penutupan perdagangan Sesi I, menguat 12,016 poin (0,23%) ke level 5.153,153. Melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia memberi sentimen negatif.

Investor asing memborong saham-saham bank kelas berat, memanfaatkan koreksi yang terjadi. Aksi beli ini berhasil membawa Indeks balik ke teritori positif.

Menutup perdagangan, Selasa (5/5/2015), IHSG tumbuh 19,171 poin (0,37%) ke level 5.160,308. Sementara Indeks LQ45 bertambah 7,699 poin (0,87%) ke level 892,720.

Transaksi investor asing hingga sore hari ini terpantau melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 454,094 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 255.131 kali dengan volume 5,742 miliar lembar saham senilai Rp 6,084 triliun. Sebanyak 148 saham naik, 152 turun, dan 87 saham stagnan.

IHSG menjadi satu-satunya indeks saham yang menguat di Asia. Pasar saham di Asia kompak menutup perdagangan dengan melemah sore ini.

Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:

  • Indeks Hang Seng anjlok 368,28 poin (1,31%) ke level 27.755,54.
  • Indeks Komposit Shanghai terjun bebas 181,76 poin (4,06%) ke level 4.298,71.
  • Indeks Straits Times turun 10,87 poin (0,31%) ke level 3.471,83.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Unilever (UNVR) naik Rp 1.175 ke Rp 44.175, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 550 ke Rp 13.450, Tower Bersama (TBIG) naik Rp 375 ke Rp 8.775, dan Mayora (MYOR) naik Rp 375 ke Rp 259.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 850 ke Rp 72.900, Plaza Indonesia (PLIN) turun Rp 600 ke Rp 3.000, Mandom (TCID) turun Rp 600 ke Rp 19.400, dan Multi Bintang (MLBI) turun Rp 575 ke Rp 9.000.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads