Perlambatan ekonomi ini tentu akan berdampak pada kinerja sektor keuangan khususnya pasar modal, di mana berbagai kalangan memprediksi akan banyak dana asing keluar dari pasar modal. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun diperkirakan masih akan tertekan.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan, pasar modal secara umum tidak terlepas dari kondisi secara menyeluruh termasuk pertumbuhan ekonomi Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau naik atau turun bisa antisipasi, kalau naik ekonomi baik, kalau turun harus kita waspadai," ujar dia saat konferensi pers di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (5/5/2015).
Menurutnya, penurunan kinerja indeks saham baru terjadi dalam minggu-minggu terakhir di bulan April. Sementara sampai dengan Maret lalu, di mana belum keluar data-data ekonomi, Indeks tumbuh sangat pesat mencapai 13%.
"Beberapa waktu terakhir minggu lalu, terjadi penurunan indeks, year to date negatif, ini tidak terlepas dari ekspektasi investor, harga saham tidak terlepas dari ekspektasi, mungkin karena realisasi dengan ekspektasi investor tidak sesuai sehingga melakukan adjustment sehingga koreksi," tandasnya.
(drk/ang)











































