Pada Maret 205, defisit neraca perdagangan AS merupakan yang tertinggi dalam hampir 6,5 tahun ini, jumlah defisitnya US$ 51,4 miliar. Ini lebih tinggi dari asumsi pemerintah yang sebesar US$ 45,2 miliar.
"Angka negatif ini menakutkan buat pasar," kata Analis, Alan Gayle dilansir dari Reuters, Rabu (6/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham teknologi jadi yang turun paling tajam, dipimpin turunnya saham Apple hingga 2,25%.
Hari itu, ada 7,3 miliar lembar saham yang diperdagangan di bursa. Ini di atas rata-rata transaksi harian, sebanyak 7 miliar lembar saham.
(dnl/dnl)











































